Promosi Budaya

Webinar Nasional bertema “Selayang Pandang Tenun Ende: Merawat Tradisi Menenun di Masa Pandemi Covid-19” sebagai rasa cinta terhadap Tanah Air dan mendorong semangat nasionalisme melalui literasi wastra tradisional nusantara yang didukung oleh Institut Literasi Nasionalisme (ILNAS) dan Rumah Cinwa. Menghadirkan narasumber yang menginspirasi :

  1. Ali Abubekar Pae, Pimpinan Sanggar Tenun Sawonga Ende, Flores NTT.
  2. M. Arief Wicaksono, Peneliti Tenun Lio Nggela, NTT
  3. Wahidah R Bulan, Direktur Eksekutif ILNAS
  4. Moderator: Dwi Woro Retno Mastuti, Pimpinan Rumah Cinwa.

    Webinar Nasional ini telah berlangsung dengan sukses dan diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan umur dan daerah, dapat disaksikan melalui kanal Youtube https://youtu.be/WwrFli9xupY

Di Majalah Alumni Edisi 34 Januari-Maret 2021, pada halaman 34 ada iklan tentang “Tenun Ende, NTT”. Yuk baca Majalah Alumni Edisi 34 dan pesan selembar tenun Ende untuk membantu mereka tetap menjaga tradisi menenun. https://online.pubhtml5.com/ksce/legx/#p=1

_________________________________________________

Batik Depok Bertahan di Tengah Pandemi Covid 19

Sepanjang 2020, sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diberlakukan untuk mengantisipasi pandemi Covid-19, kegiatan memproduksi batik Depok di Rumah Produksi “Ratna Batik and Craft” ikut terdampak. Tidak ada lagi produksi kain batik. Para pengrajin pun terpaksa “di rumahkan”, artinya tidak dipekerjakan lagi selama waktu yang belum bisa ditentukan, demikian diungkapkan oleh Ratna S. Wulandari, pemilik Ratna Batik and Craft. 

Masyarakat tidak lagi terpikir untuk berbelanja sandang. Semua kegiatan konsumsi memang terpusat pada pangan dan kesehatan. Akibatnya, tidak ada lagi yang berbelanja kain, termasuk berbelanja kain batik Depok. Kegiatan mengembangkan batik Depok yang sudah dimulai oleh Ratna sejak tahun 2015 seolah dihentikan oleh situasi pandemi Covid-19 yang entah kapan akan berakhir.

Padahal membatik bagi Ratna, bukan sekedar memproduksi kain untuk tujuan komersil, namun suatu upaya mewujudkan kecintaannya terhadap batik dan melestarikan kebudayaan membatik sebagai warisan kebanggaan bangsa ini. Memang Depok bukanlah kota yang dikenal dengan produksi batiknya, tapi bagi Ratna justru ini merupakan peluang untuk mengembangkan kreativitas motif batik khas Kota Depok. Produk batik Depok menggambarkan sejarah, kebudayaan, dan kekayaan alam kota Depok. Mari menjadi bagian yang turut serta melestarikan kebudayaan membatik dan berkenalan dengan batik Depok kreasi Ratna Batik and Craft.

motif batik depok
3 comments
  1. Semangat berkarya Bu Ratna. Mari kita bergandengan tangan membanggakan kearifan lokal bangsa kita. Terima kasih untuk terus berkarya.

  2. Terimakasih atas sentuhan jiwa Ibu kepada kami Pnerus Jiwa Budaya .
    Tak banyak yang benar benar peduli akan kesinambungan benang merah Budaya masa lalu masa kini dan masa depan ini.
    Kami sangat berharap akan banyak sentuhan2 jiwa yang lain yang bisa membersamai kami meneruskan dan menularkan kecintaan ini kepada jiwa muda selanjutnya.Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.