Revitalisasi Puta Dino, Tenun Tidore yang Telah Punah” (2019)

Judul: Puta Dino, Tenun Tidore yang Telah Punah.

Penulis: Ade Solihat, Dwi Woro Retno Mastuti, Ari Anggari Harapan.

Tahun Terbit: 2019.

Penerbit: Rumah Cinwa

“Tiga Menguak Takdir” Tidore, demikian, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, Guru Besar Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI, memberi julukan kepada kami: saya, Ade Solihat, Ibu Dwi Woro Retno Mastuti, dan Ibu Dr. Ari Anggari Harapan, atas lahirnya buku karya kami “Revitalisasi Puta Dino, Tenun Tidore yang Telah Punah” (2019). Silakan menyimak webinar nasional Bedah Buku Puta Dino melalui link  https://www.youtube.com/watch?v=sUVBG8tKNY8.

Buku ini merupakan hasil riset pengabdian kepada masyarakat yang didanai oleh DRPM UI. Riset pengmas ini merupakan sebuah upaya membantu Ibu Anita Ghatmir menelusuri keberadaan Puta Dino, tenun Tidore, yang dianggapnya telah punah dan perlu direvitalisasi.

Sebuah riset yang menggabungkan pendekatan sejarah dan antropologi dilakukan di wilayah Maluku Utara (2018—2019) untuk mencari jejak kebudayaan menenun di Tidore dan wilayah Maluku Utara pada umumnya. Riset juga dilakukan dengan mencari bukti-bukti sejarah melalui manuskrip yang tersimpan di Arsip Nasional RI (ANRI).

Apakah puta dino itu? Bagaimana para tetua di masyarakat Maluku Utara mengenal puta dino? Adakah pada masa lampau suatu motif khas puta dino? Alih-alih menemukan jejak yang nyata tentang puta dino, riset ini menemukan kenyataan bahwa sudah sejak masa yang sangat lampau, masyarakat di Maluku Utara mengenakan batik Jawa. Bahkan penggunaan batik Jawa ini masih dipertahankan sebagai pakaian adat yang biasa digunakan dalam berbagai upacara adat. Mengapa masyarakat kebanyakan menggunakan batik Jawa? Lalu, bagaimana pakaian para bangsawam di Kesultanan Tidore? Apakah para bangsawan menggunakan kain tenun dengan corak yang khas dan diproduksi di Tidore?  

Riset ini pun menguak sejarah Tidore dan kesultanan-kesultanan lainnya di Maluku Utara dalam jalur perdagangan internasional yang tua.  Hasil riset dituangkan di dalam buku ini secara sangat padat memuat banyak informasi tentang sejarah kebudayaan Maluku Utara. Namun, bukan sebagai buku yang ditulis secara mendalam, justru buku ini sebagai preliminary research, mengajak para periset lain untuk menguaknya lebih dalam lagi.

Adapun proses revitalisasi puta dino terus berkembang, tanpa menunggu proses penelitian ini tuntas. Proses revitalisasi puta dino telah menjadi semangat mencari jati diri masyarakat Tidore.  Motif-motif yang diterakan pada puta dino, mengutip istilah yang dipopulerkan oleh Benedict Anderson, merupakan hasil dari proses: remembered, discovered, and invented history. Puta dino, tenun Tidore telah hadir dan  berkontribusi dalam menyumbangkan keragaman motif tenun nusantara.  Dengan demikian, revitalisasi puta dino, tenun Tidore, merupakan proses kreatif yang perlu didukung bersama.

1
0
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

You May Also Like